Corel Draw vs Adobe Illustrator? Mana yang lebih bagus?

 

Seorang Desainer grafis pasti telah mendengar, menyentuh, dan menggunakan salah satu atau kedua jenis program pengolahan grafis berbasis vektor ini. Banyak pengguna memilih salah satu program karena berdasarkan kebiasaan atau telah terlanjur nyaman. Tanpa basa-basi, mana yang lebih baik, Corel Draw atau Adobe Ilustrator?

Kedua program ini sama-sama digunakan untuk keperluan desain berbasis vektor, semacam logo, gambar animasi, konten media sosial, dan percetakan skala besar. Di Indonesia, program Corel Draw bisa dibilang jauh lebih umum dipakai daripada Adobe Ilustrator. Banyak komputer di sekolah-sekolah (tertutama SMA/SMK) telah ter-instal program Corel sebagai sarana pembelajaran desain grafis dalam konteks pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi. Hal ini terjadi karena Corel dianggap lebih mudah untuk digunakan dan dioperasikan untuk pemula. Tool-tool pada Corel Draw dinilai lebih user friendly, sehingga lebih mudah digunakan oleh desainer pemula.

Program Corel juga identik dengan program pengolahan vektor pada agen-agen percetakan (printshop). Bagi seseorang yang ingin mencetak banner, sticker, atau poster tak jarang agen percetakan mengharuskan file yang akan dicetak disimpan pada format Corel Draw (.cdr) atau minimal Portabel Document Format (pdf). Jarang sekali ditemui agen percetakan menggunakan file ekstensi Adobe Illustrator, kalaupun ada jumlahnya sangat sedikit. Corel Draw digunakan pada agen-agen percetakan karena dianggap lebih ringan, mudah digunakan, dan mungkin juga lebih murah biaya lisensinya.

Di Indonesia, program Corel Draw banyak digunakan oleh orang-orang yang bekerja sebagai penyetting dokumen pra-cetak dan orang-orang bagian produksi yang berhubungan dengan mesin. Operator mesin potong, mesin potong acrylic, dan CNC kebanyakan menggunakan Corel Draw dalam kesehariannya. 

Corel Draw secara fitur bisa dikatakan sangat cocok untuk keperluan cetak dokumen. Fitur yang dimaksudkan adalah dengan adanya pengaturan penyesuaian letak objek yang nilainya mudah diatur sesuai ukuran lembar kerja. Salah satu hotkey/shortcut deafult ikonik Corel Draw adalah dengan menekan tombol “P”. Perintah ini berfungsi untuk meletakkan objek tepat di tengah-tengah lembar kerja. Beberapa fitur Corel Draw dinilai hampir menyerupai software AutoCAD. Seperti dengan adanya fitur array. 

Pelatihan atau diklat pegawai pemerintah dengan materi pengolahan desain grafis biasanya dilaksanakan dengan mengombinasikan materi latihan Adobe Photoshop dan Corel Draw. Adobe Photoshop dimaksudkan untuk pengolahan raster/foto, sementara vektor menggunakan Corel. Ada beberapa lembaga yang mulai memberikan pelatihan Adobe Illustator karena menimbang kemudahan integrasi alur kerja pada produk Adobe.

Lalu bagaimana dengan Adobe Illustrator?

Salah satu keunggulan menggunakan Adobe Illustrator adalah kemudahan integrasi dengan program Adobe yang lain. Misal saat seorang desainer grafis ingin memasukkan gambar vektor dari Adobe Illustrator ke Photoshop, ia tinggal melakukan drag and drop, atau copy paste. Sehingga tidak perlu melakukan export terlebih dahulu file vektor dalam format PNG untuk bisa diimport pada program Adobe Photoshop. Dengan demikian, alur kerja menjadi lebih mudah dan cepat. Selain itu, user Interface produk Adobe yang hampir mirip, memudahkan desainer grafis dalam mengoperasikan Adobe Illustrator dan Photoshop secara bersamaan, sehingga pengguna akan merasakan seamless.

Kesempatan karier bagi orang-orang yang mengasai program produk Adobe terbuka lebih lebar, Adobe Illustrator termasuk di dalamnya. Banyak lowongan pekerjaan desain grafis yang menuntut calon pekerja memiliki skill menggunakan Adobe. Pelamar posisi desainer grafis harus memiliki keahlian menggunakan Adobe Illustrator, Photoshop, dan atau Indesign. 

Dalam konteks desain grafis profesional, Corel draw kurang populer digunakan karena dianggap hanya cocok digunakan oleh penghobi dan pekerja freelance desain grafis—streotype. Sementara desainer grafis professional lebih pantas menggunakan Adobe Illustrator. Hal ini bukan tanpa maksud, produk Adobe didesain secara spesifik sesuai dengan output yang ingin dihasilkan, sehingga mampu mendominasi.

Adobe telah dikenal sebagai raja dunia kreatif desain grafis. Desain produk mereka yang integratif dan mengakomodasi kebutuhan para desainer membuat Adobe Illustrator menjadi program desain vektor favorit. Adobe sendiri sebagai pengembang, cerdas dalam melakukan kampanye promosi produk. Mereka tak jarang membuat event atau tantangan-tantangan yang ditunjukkan pada desainer grafis, sehingga mampu digunakan sebagai cara pengenalan produk Adobe. Coba bandingkan dengan Corel. Kini mulai banyak microstock penyedia sumber daya (resource) desain grafis berbasis vektor atau template semacam Freepik, hanya memajang dagangan author di website mereka spesifik dalam format produk Adobe, baik .ai, maupun .psd

Ada beberapa orang yang menggunakan Adobe Illustrator dan Corel Draw secara bersamaan. Mereka menganggap kedua software dapat digunakan untuk saling melengkapi. Corel dapat digunakan untuk menghasilkan desain rapi dan teratur seperti desain huruf, layout buku, majalah, brosur atau karya desain grafis lain untuk keperluan akhir percetakan. Sementara Adobe lebih dinamis karena tersedia berbagai macam brush menarik, sehingga cocok digunakan untuk membuat illustrasi, logo, animasi, dan karya grafis mentah lainnya (raw).

Corel Draw 

Kelebihan

  1. Mudah dipelajari karena UI, tool, dan navigasi yang sederhana
  2. Corel dapat menghasilkan export file dengan banyak format/ekstensi, bahkan tersedia format ai
  3. Pengguna dapat melakukan custom shortcut dan interface.
  4. Sangat cocok digunakan saat finishing produk akhir, contohnya untuk keperluan mencetak papan rambu/tanda jalan, engraving, CNC Routering, kemasan produk, dan produk itu sendiri (misal cetak buku yang berisi kumpulan gambar vektor)
  5. Corel Draw merupakan program yang memungkinkan pengguna untuk keperluan printing/cetak, desain vektor, layouting, dan edit foto dalam satu program yang sama.
  6. Fitur snap to object yang sangat bermanfaat
  7. Banyak percetakan di Indonesia menggunakan Corel Draw

Kekurangan

  1. Fitur yang minim 
  2. Warna hasil cetak kadang tidak sesuai
  3. Lambat untuk loading file dengan ukuran besar

Adobe Illustrator 

Kelebihan

  1. Banyak digunakan oleh desainer grafis karena memenuhi "standar Industri" desain grafis. Banyak konten-konten sumber daya desain grafis semacam template atau ilustrasi vektor, tersedia dalam format Adobe Products baik AI maupun PSD, semacam Freepik.
  2. Kemudahan integrasi dengan produk Adobe lain (terutama Adobe Photoshop), seamless. Shortcut yang sama, UI yang mirip, dan drag n drop mudah.
  3. Sangat cocok untuk memproduksi karya desain grafis mentah (raw) untuk keperluan cetak maupun website.
  4. Adobe illustrator khusus digunakan untuk desain vektor. Untuk melakukan layouting harus menggunakan Adobe Indesign, dan untuk editing foto/raster harus menggunakan Adobe Photoshop.
  5. Fitur dan efek lengkap, sehingga sangat powerful untuk pengerjaan ilustrasi
  6. Warna cetak mendekati warna layar
  7. User Interface yang menarik

Kekurangan

  1. Sukar dipelajari karena rumit dan minimnya tutorial di Internet
  2. Untuk mengejerjakan layouting kurang cocok
  3. Jarang digunakan pada percetakan/printshop di Indonesia

Lalu mana yang lebih baik?

Jawabannya tergantung di industri mana anda bekerja, kebutuhan anda, dan produk akhir yang ingin anda hasilkan. Jika anda seorang desainer grafis yang memerlukan kemudahan dalam proses berkarya, karena memerlukan banyak variasi tool, efek, style serta memenuhi permintaan pasar internasional, maka Adobe Illustrator cocok untuk anda. Lagipula, dengan menggunakan Adobe Illustrator, anda secara langsung sudah memenuhi standar industri desain grafis. Corel  Draw sebenarnya sama bagusnya dengan Adobe Illustrator. Kedua program ini dapat digunakan secara bersamaan disesuaikan konteks individu masing-masing. Yang dimaksud konteks:
  1. Kenyamanan dan kebiasaan        Seorang yang terbiasa menggunakan AI lalu beralih menggunakan Corel pasti merasa tidak nyaman, begitupun sebaliknya
  2. Di mana dan untuk siapa bekerja : Jika dituntut untuk menghasilkan file .ai maka harus menyesuaikan dan menggunakan Adobe Illustartor. Jika pekerjaan menuntut menggunakan format cdr sebagai hasil akhir maka harus menggunakan Corel. Bekerja untuk klien di Indonesia, agen percetakan mengharuskan file yang akan dicetak disimpan pada format Corel Draw (.cdr). Maka menggunakan Corel sah-sah saja. Namun jika Anda mendapatkan klien dari luar negeri, terutama Eropa atau Amerika. Mereka biasanya akan meminta Anda untuk menyediakan file dengan format adobe products, AI atau PSD.

Apapun pilihannya, Adobe Illustrator atau CorelDraw pada akhirnya kreativitas dan skill yang lebih diutamakan. Adobe Illustrator dan Corel Draw hanya sekadar alat untuk menghasilkan karya. Mereka yang benar-benar kreatif dan memiliki skill tinggi, mampu menghasilkan karya berkualitas dengan alat apapun. Bisa mengoperasikan kedua program dengan lancar dapat menjadi nilai tambah bagi seseorang yang ingin terjun ke dunia desain grafis professional.

It's not the gun, it's man behind it. It's not the arrow, it's the Indian. 

Share:

Posting Komentar

Designed by Luxima Creative | Distributed by Blogger Themes