Perbedaan Font dan Typeface dalam Tipografi


Siapapun yang pernah bersentuhan dengan komputer pasti sudah mendengar atau setidaknya mengucapkan kata “font”. Program pengolahan kata semacam Microsoft Word memaksa awam untuk memahami penggunaan font/typeface. Para desainer grafis, menggunakan font sedemikian rupa sehingga mampu menghasilkan karya seni yang indah dengan mengombinasikan huruf dan ornamen-ornamen dekoratif. Lalu apa beda dari kedua istilah ini? Kebanyakan orang menganggap font dan typeface merujuk pada objek yang sama. Namun bagi typografer, definisi umum ini tidak begitu membantu.

Typeface

Typeface adalah desain/bentuk dari alfabet, numeral, dan tanda baca yang memiliki elemen dan karakteristik visual yang sama dan harmonis. Typeface atau rupa huruf yang sempurna memiliki konsistensi visual, yang artinya alfabet, numeral, maupun tanda bacanya selaras secara desain visual. Dalam tulisan ini contoh typeface adalah Helvetica (jenis huruf yang terkenal seantero bumi). Susunan alfabet, numeral, dan tanda baca dengan gaya visual yang dikembangkan Max Miedinger bersama Eduard Hoffmann di Haas'sche Schriftgiesserei (pembuat huruf Haas) di Münchenstein, Swiss pada tahun 1957 ini diberi nama “Helvetica”. Ya, sampel huruf H, e, l, v, t, i, c, a dengan gaya visual seperti gambar di bawah ini disebut Typeface Helvetica.


Helvetica adalah salah satu "typeface", Helvetica akan sangat berbeda dengan typeface Trajan. begitupun sebaliknya. Keunikan setiap typeface ada yang sangat mencolok, seperti Helvetica vs Trajan. Atau perbedaan sebuah typeface dengan yang lain sangat sulit dibedakan, misal saja antara Helvetica dengan Arial.

Arial vs Helvetica vs Trajan Pro, 3 typeface dengan karakter visual yang berbeda

Font

Lalu kita berlanjut pada istilah "font". Dalam dunia typesetting, yang dimaksud dengan “font” adalah variasi ukuran, berat (weight), dan gaya dari sebuah typefaceDari definsi terbatas tersebut, maka dapat dikatakan font adalah bagian dari typeface, dan bukan sebaliknya. Ingat, kata font (secara tradisional dieja fount dalam bahasa Inggris UK, atau / fɒnt /) berasal dari  bahasa Prancis "font" yang secara literal diartikan sebagai sesuatu yang telah meleleh atau sebuah casting. Dalam kata lain istilah font merujukpada cor-coran besi yang membetuk huruf dalam gaya typeface tertentu. 


 
Contoh sebuah set font (cor besi) Helvetica Reguler untuk pembuatan sebuah poster


Jika dihubungkan dengan penjelasan Typeface, maka yang dimaksud font adalah karakter spesifik sebuah typeface berdasarkan variasi ukuran, berat (weight), dan gayanya. Misal saja typeface Helvetica, font Helvetica Condensed Black. Apa ini? maksudnya adalah, bentuk rupa huruf yang digunakan bernama Helvetica, secara spesifik font yang digunakan (besi cor, jika kita masih di zaman renaisans) adalah Helvetica yang rapat (Condensed) dan sangat tebal (Black). Dengan adanya variasi ini, tidak mungkin hanya menyebut "Typeface Helvetica", karena kurang spesifik. Seorang typesetter akan kebingungan. Secara gambalng Typeface yang dimaksud memang Helvetica, tapi yang mana? apakah Helvetica Bold, Italic, atau Condensed Black?. Font adalah bagian dari typeface.

Helvetica adalah typeface, sementara Helvetica Condensed Black adalah variasi font dari typeface Helvetica


Typeface : Helvetica -> Font : Helvetiva regular, Oblique, Light...

Lalu bagaimana jika ada sebuah desain huruf tanpa memiliki versi weight seperti bold hingga black, maupun kerapatan dari extended hingga condensed/narrowed? Karena hanya memiliki satu jenis karakteristik tanpa variasi lain, maka desain huruf tersebut dapat disebut dengan "typeface". 

Dalam beberapa blog atau website, orang-orang membingungkan kedua istilah ini. Ada yang menggunakan perumpamaan jika Typeface adalah sebuah "lagu", sementara font adalah sebuah "mp3" (format lagu) dengan merujuk seorang tokoh. 

Penjelasan ini ringkas, namun tidak 100% benar. Kita tahu semua rupa huruf kini digunakan dalam format digital. Baik OTF maupun TTF. Kita tidakak mungkin lagi menggunakan blok cor besi untuk mencetak dokumen, karena tidak efektif. Anda ingin membuat dokumen setebal 500 halaman untuk menampilkan tesis anda, namun dicetak secara manual dengan Typeface Arial dengan metode letterpress, menggunakan besi cor Arial untuk menuliskan huruf? Tentu saja tidak, karena mahal dan memakan waktu. 


Ada pula yang sedemikian bingung hingga menganggap serif, sans-serif, slab, dan lainya, sebagai "typeface".

Seperti ini kira-kira kalimatnya:

"....misal Typeface serif terdiri dari banyak font, misal Times New Roman, Cambria, Bodoni...."

Ini jelas penjelasan yang keliru. Apa yang disebut Serif, sans-serif, slab dan lainya bukanlah "Typeface", namun klasifikasi dari berbagai typeface yang memiliki kesamaan karakteristik umum. Ibarat pizza, ada pizza Amerika yang digoreng (pan pizaa) dan pizza Italia yang dipanggang.
"Jika Typeface diibaratkan sebuah pizza tanpa topping, maka Font adalah variasi pizza  dengan taburan topping yang berbeda"

Terlepas dari banyak perbedaan dalam menggunakan istilah Typeface dan Font, masyarakat awam telah menganggap keduanya memiliki kesamaan. Terutama istilah "Font".


Referensi :
1. https://en.wikipedia.org/wiki/Font
2. https://id.wikipedia.org/wiki/Helvetica
3. Poulin, R. (2017). Design School: Type: A Practical Guide for Students and Designers. Design School.

Sumber gambar:
1. https://cdn.myfonts.net/s/aw/720x360/526/1/269795.png
2. https://dribbble.com/shots/1116036--I-m-King-of-the-World-Helvetica
3. https://careerfoundry.com/en/blog/ui-design/beginners-guide-to-typography/

Share:

Posting Komentar

Designed by Luxima Creative | Distributed by Blogger Themes